Minggu, 30 September 2018, 14 orang Mahasiswa Manajemen Informasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo bersama mengikuti seminar nasional yang diadakan oleh DPC PORMIKI Lamongan di Rumah Sakit Muhammadiyah lamongan.

Seminar yang diadakan oleh DPC PORMIKI lamongan dihadiri oleh 200 lebih peserta dengan mengangkat tema tentang “ Manajemen dan Desain Formulir Rekam Medis Elektronik dalam mendukung Pelaksanaan Vedika (verifikasi di kantor) dan Pemenuhan SNARS Edisi-1” yang juga dihadiri oleh ketua DPD Jawa Timur, Ibu Anna Rosarini, Amd.PK, S.H, M.H.

Dari tema yang diangkat, ada tiga narasumber yang diundang di dalam seminar tersebut, diantara nya ada ibu Siswati. Amd.PerKes., SKM., MKM, ada bapak Tedy Hidayat, S.ST.RMIK, M.MRS, dan salah satu Tim BPJS.

Ketiga narasumber yang di undang masing-masing mengangkat pembahasan yang berbeda, adapun ibu Siswati kali ini membahas tentang Regulasi Rekam Medis Elektronik dan Rekam Medis Elektronik dalam SNARS Edisi 1. Ibu Siswati menjelaskan bahwa yang di maksud dengan regulasi rekam medis adalah pengendalian manusia atau masyarakat dengan aturan atau pembatasan dan regulasi dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, menurut bu siswati SNARS mengatakan bahwa  regulasi merupakan dokumen pengaturan yang disusun oleh rumah sakit. ibu siswati menjelaskan bahwa kementrian kesehatan saat ini sedang mengembangkan rekam medis elektronik, itu merupakan program pemerintah teknologi informasi. Sistem yang sedang dikembangkan saat ini meliputi sistem rujukan terintegrasi, terorganisir, pendaftaran online, sistem rawat inap, dan rekam medis elektronik.

Adapun bapak Tedi membahas mengenai Desain Formulir rekam Medis, pak Tedy menjelaskan bagaimana sebenarnya kita membahas sebuah konsep formulir, formulir yang sebenarnya itu seperti apa dengan adanya pertimbangan dalam pembuatan formulir yang sesuai. Pak tedy mengatakan, jika kita berbicara mengenai desain formulir disini adalah menjelaskan konsep dasar pembuatan form sesuai alur medianya, bagaimana pengaliran media nya.

Pak tedy juga menjelaskan bahwa tujuan adanya rekam medis elektronik adalah sebagai konsep dasar dalam desain form rekam medis dan strategi alih media. Tugas dari perekam medis dalam mengembangkan rekam medis elektronik adalah merancang dan mendesain formulir, pak tedy juga menjelaskan tentang cara mendesain yakni dengan memperhatikan tujuan, membuat desain, harus sederhana, membuang data yang tidak di perlukan, memilih istilah yang sudah menjadi standart, menyertakan petunjuk dan pedoman penggunaan, item data secara logika dalam kaitan nya dengan sumber, dan disajikan dengan cara yang menarik.

Sedangkan untuk tim dari BPJS saat seminar menjelaskan tentang alur BPJS, Pengajuan Klaim, dan Vedika. Dimana dapat dilakukan dalam dua tahap yakni verivikasi di kantor cabang BPJS kesehatan dan Verivikasi yang dilakukan oleh verivikator BPJS kesehatan scara digital menggunakan Vclaim dan VIDI.

Pada kegiatan seminar kali ini Mahasiswa MIK UMSIDA juga diberikan kesempatan untuk menyaksikan pelantikan DPC PORMIKI Lamongan secara langsung, dimana pada kegiatan pelantikan tersebut berjalan dengan hikmat dan menjadi pengalaman pertama bagi Mahasiswa Manajemen Informasi Kesehatan UMSIDA dalam mengenal PORMIKI.

Selain dari materi yang disampaikan, mentri kesehatan lamongan juga hadir untuk menyampaikan beberapa pesan kepada peserta, dimana pada saat ini, kementrian kesehatan daerah lamongan sedang membutuhkan banyak tenang rekam medis sebagai salah satu syarat akreditasi rumah sakit maupun puskesmas, kementrian kesehatan daerah lamongan berharap bahwa, rekam medis mampu menjadi perubahan terhadap sistem informasi kesehatan dan turut berperan membantu dalam mewujudkan cita-cita bupati daerah lamongan dalam mensejahterahkan lamongan.

Acara berjalan dengan lancar dan peserta terlebih mahasiswa MIK UMSIDA sangat antusias dalam mengikuti setiap rangkaian acara hingga selesai, acara pun di tutup dengan pembagian Doorprize. (wrdh)

Related Post