Pendampingan Pengelolaan Rekam Medis di Klinik Rawat Inap Islam Aisyiyah Pandaan

Program Studi (Prodi) Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berkolaborasi dengan Klinik Rawat Inap Aisyiyah Pandaan, Pasuruan, demi peningkatan pelayanan kesehatan.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Umi Khoirun N.,SKM., M. Epid menjelaskan, Klinik Rawat Inap Aisyiyah Pandaan memiliki pernasalahan terkait data kesehatan. Banyak orang menyebutnya rekam medis.

Permasalahan data kesehatan itu diselesaikan dengan perbaikan secara bertahap mulai 28 Januari hingga April 2022 melalui Program Pendampingan Pengelolaan Manajemen Informasi Klinik Pratama Rawat Inap Asyiyah Pandaan untuk peningkatan kinerja dan kepuasan pasien.

Di klinik itu, rekam medis dilakukan secara hybrid. “Rekam medis elektronik diterapkan di pelayanan rawat jalan dan manual di rawat inap,” tuturnya.

Umi menemukan masalah utama yang dihadapi Klinik Rawat Inap Aisyiyah Pandaan yaitu tidak adanya tempat penyimpanan rekam medis secara manual seperti informed consent dan masih adanya duplikasi rekam medis.

“Dalam dunia medis, penyimpanan informed consent ini sangat penting karena memiliki kekuatan hukum. Misalnya, jika terjadi permasalahan antara pasien dan tenaga kesehatan,” terangnya.

“Sebenarnya tidak hanya informed consent yang memiliki kekuatan hukum namun keseluruhan dari rekam medis memliki kekuatan secara hukum,” paparnya.

Cholifah mengatakan, tindakan pertama yang dilakukan adalah mendesain ruang rekam medis dan melakukan perhitungan ramalan (forecasting) kebutuhan rak di klinik untuk jangka waktu dua tahun kedepan.

“Kegiatan ini dapat menyelesaikan masalah terkait penyimpanan rekam medis agar lebih tertata dan tersimpan dengan aman karena rekam medis bersifat confidential (rahasia) dan hanya petugas tertentu yang bisa mengakses,” ujarnya.

Direktur Klinik Rawat Inap Aisyiyah dr Eko Adi Saputro Pandaan sangat mendukung dan berterima kasih pada Umsida karena sangat membantu klinik. “Selama ini, klinik kesulitan untuk melakukan manajemen rekam medis,” tuturnya.

“Saya berharap, kerjasama ini akan terus berlanjut karena masih banyak kegiatan manajemen data lainnya yang perlu secara terus menerus untuk dibenahi, guna mencapai kualitas pelayanan yang paripurna,” tandasnya.

Related Posts