mik.umsida.ac.id – Di era digital, teknologi terus berkembang pesat dan memberikan dampak besar pada berbagai sektor, termasuk pendidikan. Perubahan signifikan dalam cara belajar mengajar semakin terasa sejak pandemi COVID-19, yang memaksa lembaga pendidikan beradaptasi dengan metode pembelajaran interaktif melalui daring.
Baca Juga : Revolusi Digital dalam Akses Layanan Kesehatan yang Lebih Mudah Selama Ramadan

Salah satu inovasi yang kini menjadi tren dalam dunia pendidikan adalah pemanfaatan video pembelajaran interaktif, yang terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa.
Sebuah penelitian dari dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Fikes Umsida), Laili Rahmatul Ilmi SKM MPH bersama timnya, menyoroti pentingnya pendampingan dalam pembuatan video pembelajaran interaktif bagi guru-guru di SMK Bumantara Muntilan Magelang, Jawa Tengah.
Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembuatan materi ajar tidak hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga mendorong kreativitas pendidik dalam menyampaikan materi.
Manfaat Video Pembelajaran Interaktif dalam Pendidikan
Dalam penelitian ini, tim melakukan pendampingan langsung kepada para guru dalam mengoptimalkan penggunaan aplikasi desain seperti Canva for Desktop untuk membuat video pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami siswa. Berikut beberapa manfaat dari penerapan video interaktif dalam pendidikan:
1. Meningkatkan Minat Belajar Siswa
Pembelajaran berbasis video dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dibandingkan metode konvensional. Visualisasi dalam bentuk animasi atau ilustrasi memudahkan siswa dalam memahami konsep yang kompleks.
2. Mempermudah Pemahaman Materi
Dibandingkan dengan teks atau materi cetak, video pembelajaran memberikan pemaparan yang lebih jelas melalui kombinasi audio dan visual. Hal ini membantu siswa dalam mengingat dan memahami informasi lebih baik.
3. Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh
Salah satu tantangan dalam pembelajaran daring adalah kurangnya interaksi langsung antara guru dan siswa. Video interaktif membantu mengatasi masalah ini dengan memungkinkan siswa belajar secara mandiri dengan cara yang lebih menarik.
4. Menyesuaikan Gaya Belajar Siswa
Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda—ada yang lebih mudah memahami melalui teks, ada yang lebih suka mendengar, dan ada yang lebih nyaman dengan visualisasi. Video pembelajaran memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk memilih metode yang paling sesuai dengan mereka.

Peningkatan Kompetensi Guru
Studi ini dilakukan dengan pendekatan bertahap, yang meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, pelatihan secara luring, serta pendampingan langsung dalam proses pembuatan video pembelajaran. Beberapa hasil utama dari kegiatan ini meliputi:
- Peningkatan pemahaman guru terhadap teknologi pembelajaran digital, ditunjukkan dengan hasil pre-test dan post-test yang menunjukkan lonjakan pemahaman setelah pelatihan.
- Kemampuan guru dalam membuat video pembelajaran interaktif meningkat signifikan, dengan pemanfaatan aplikasi desain seperti Canva dan teknik text-to-speech untuk membantu narasi video.
- Antusiasme tinggi dari para peserta pelatihan, yang menunjukkan bahwa inovasi ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan efektivitas pengajaran.
Penelitian ini menggarisbawahi bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan bukan lagi sekadar opsi, tetapi menjadi kebutuhan utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Video pembelajaran interaktif menjadi solusi inovatif yang dapat diterapkan oleh para pendidik untuk menciptakan materi ajar yang lebih menarik, efektif, dan mudah dipahami oleh siswa.
Baca Juga : Manajemen Mutu dalam PKL 2 Mahasiswa di RSI Jemursari untuk Peningkatan Kompetensi
Dengan pendampingan yang tepat, seperti yang dilakukan oleh tim Laili Rahmatul Ilmi, SKM., MPH, guru-guru dapat lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Ke depannya, digitalisasi dalam dunia pendidikan akan terus berkembang, dan para pendidik diharapkan dapat beradaptasi dengan perubahan ini untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif.