mik.umsida.ac.id – Predikat lulusan terbaik menjadi penutup istimewa perjalanan akademik Meiska Putri Yandri.
Lulusan Program Studi D4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Capaian ini bukan hasil dari target ambisius sejak awal, melainkan buah dari proses panjang yang dijalani dengan niat tulus, kedisiplinan, dan konsistensi.
Baca Juga: Olah Limbah Cangkang Kupang, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 PKP2 PTMA 2025
Bagi Meiska, masa kuliah bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang belajar bertanggung jawab terhadap pilihan yang diambil.
Ia memandang pendidikan di bidang Manajemen Informasi Kesehatan sebagai bekal penting untuk terjun ke dunia pelayanan kesehatan yang menuntut ketelitian, etika, dan profesionalisme.
“Selama kuliah di Prodi MIK Umsida, saya banyak belajar bukan hanya soal akademik dan non-akademik, tapi juga tentang proses dan tanggung jawab,” ujar Meiska.
Kesadaran tersebut membuatnya berkomitmen menjalani setiap tahap perkuliahan dengan sungguh-sungguh, tanpa tergesa-gesa mengejar hasil instan.
Belajar Bertumbuh Lewat Organisasi dan Praktik Lapangan

Selain fokus pada perkuliahan, Meiska aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi dan kepanitiaan.
Baginya, ruang-ruang tersebut menjadi tempat belajar yang melengkapi proses akademik di kelas. Melalui organisasi, ia belajar bekerja dalam tim, mengelola waktu, serta membangun rasa percaya diri.
Keterlibatan dalam kegiatan non-akademik justru membantunya memahami pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan pengembangan diri.
Lihat Juga: Batu Karate Challenge Jadi Ajang Pembuktian Atlet Muda Umsida Raih Juara 3
Meiska belajar bahwa menjadi mahasiswa kesehatan tidak cukup hanya cakap secara teori, tetapi juga harus mampu berkomunikasi, bekerja sama dan beradaptasi.
Pengalaman yang tak kalah berkesan adalah saat menjalani praktik di fasilitas pelayanan kesehatan.
Di fase ini, Meiska merasakan langsung bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam situasi nyata.
“Pengalaman praktik di fasilitas pelayanan kesehatan jadi momen penting buat saya.
Di situ saya benar-benar belajar mengaplikasikan teori ke dunia nyata dan memahami peran MIK di bidang rekam medis dan informasi kesehatan,” jelasnya.
Praktik lapangan tidak hanya menambah wawasan profesional, tetapi juga membentuk cara berpikir Meiska agar lebih teliti, sistematis dan bertanggung jawab.
Ia menyadari bahwa pengelolaan informasi kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Makna Menjadi Lulusan Terbaik

Di tengah padatnya aktivitas kuliah, organisasi dan praktik, Meiska menegaskan bahwa kunci utama hingga mampu lulus sebagai lulusan terbaik adalah konsistensi dan niat yang lurus.
Ia membiasakan diri disiplin terhadap waktu, tidak menunda tugas, dan selalu mengingat tujuan utama menempuh pendidikan.
“Menurut saya kuncinya ada di konsisten dan niat. Saya berusaha disiplin sama waktu, nggak menunda tugas, dan tetap fokus sama tujuan utama kuliah,” tuturnya.
Baca Selengkapnya: PORMIKI Tekankan Profesionalisme Lulusan MIK pada Sumpah Profesi FIKES Umsida
Ketika rasa lelah datang, Meiska memilih untuk beristirahat sejenak tanpa kehilangan arah. Baginya, berhenti sebentar untuk memulihkan energi bukan berarti menyerah.
“Kalau capek, saya istirahat sebentar, tapi nggak sampai menyerah,” tambahnya.
Dukungan dari orang tua, keluarga, dosen, dan teman-teman menjadi penguat terbesar sepanjang perjalanannya. Lingkungan yang suportif membuat Meiska mampu bertahan dan terus berkembang, bahkan di saat-saat sulit.
Perasaan haru dan syukur menyelimuti Meiska ketika dinobatkan sebagai lulusan terbaik. Ia mengaku capaian tersebut benar-benar di luar dugaan.
“Saya sangat bersyukur dan terharu. Menjadi lulusan terbaik ini bukan target utama sejak awal. Niat saya hanya ingin menyelesaikan kuliah dengan sebaik mungkin dan lulus tepat waktu,” ungkapnya.
Menurut Meiska, predikat lulusan terbaik adalah bonus dari proses yang dijalani dengan kesungguhan. Ia memaknainya sebagai amanah untuk terus menjaga sikap profesional dan memberikan kontribusi nyata di dunia kerja.
Setelah lulus, Meiska berencana langsung terjun ke dunia kerja sesuai dengan bidang Manajemen Informasi Kesehatan agar ilmu yang diperoleh dapat segera diterapkan.
Ia juga membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan jika kesempatan itu datang di masa depan.
Menutup kisahnya, Meiska menyampaikan pesan penuh makna bagi mahasiswa yang masih berjuang.
“Buat teman-teman yang masih kuliah, tetap semangat dan jangan gampang menyerah. Nikmati prosesnya, jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita bisa belajar jadi lebih kuat,” pesannya.
Capaian ini ia persembahkan sepenuhnya untuk orang tua dan keluarga tercinta.
“Terima kasih atas doa, dukungan, dan kepercayaannya selama ini. Pencapaian ini aku persembahkan untuk kalian semua,” pungkas Meiska.
Penulis: Elfira Armilia
















