Mik.umsida.ac.id – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menerima kunjungan benchmarking dari Politeknik Indonusa Surakarta, Selasa (30/12/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam penguatan implementasi kurikulum Outcome Based Education (OBE).
Sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) pada Program Studi D4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) FIKES Umsida.
Baca Juga: 3 Mahasiswa Fikes Umsida Raih Juara 1 Poster PKM-RE dalam Ajang Pimtanas 2025
Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Direktur II Politeknik Indonusa Surakarta, Canggih Ajika Pamungkas MKom PhD, beserta jajarannya.
Dari pihak FIKES Umsida dihadiri oleh Wakil Dekan FIKES Jamilatur Rohmah SSi MSi, Kaprodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan Laili Rahmatul Ilmi AMd SKM MPH, beserta tim akademik.
Forum ini menjadi ruang dialog terbuka untuk saling bertukar pengalaman, praktik baik dan strategi pengembangan pendidikan kesehatan berbasis capaian pembelajaran lulusan.
Kurikulum OBE Jadi Landasan Pengembangan Pendidikan Kesehatan

Dalam sambutannya, Canggih Ajika Pamungkas menegaskan bahwa benchmarking ini membawa banyak agenda strategis yang ingin digali, terutama terkait penerapan kurikulum OBE sebagai instrumen utama dalam memastikan kualitas dan relevansi lulusan.
“Kami datang dengan banyak hal yang ingin kami gali, terutama terkait kurikulum OBE sebagai marka strategis untuk menunjukkan hasil pembelajaran dan pencapaian potensi mahasiswa. Apa yang kami lihat di FIKES Umsida bisa menjadi acuan kami dalam penyusunan, penyesuaian, hingga penyempurnaan kurikulum OBE yang saat ini sedang kami proses,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Politeknik Indonusa Surakarta saat ini tengah mengembangkan sistem informasi akademik yang mendukung implementasi OBE.
Cek Juga: Mengenal Dunia Kesehatan Lebih Dekat: School Visit FIKES Umsida Hadir di SMK Pandaan
Namun, sistem tersebut masih membutuhkan perbaikan dan penyesuaian agar selaras dengan struktur kurikulum, capaian pembelajaran, serta kebutuhan evaluasi pembelajaran mahasiswa secara komprehensif.
Melalui benchmarking ini, pihaknya berharap memperoleh gambaran nyata mengenai integrasi kurikulum, sistem, dan evaluasi berbasis outcome.
Penandatanganan MoU–MoA Perkuat Kolaborasi Prodi D4 MIK

Sebagai bagian penting dari rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan MoU dan MoA Program Studi D4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) antara FIKES Umsida dan Politeknik Indonusa Surakarta.
Kerja sama ini mencakup pengembangan dan penyelarasan kurikulum, peningkatan mutu pembelajaran, serta peluang kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Kaprodi D4 MIK FIKES Umsida, Laili Rahmatul Ilmi, menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi program studi di tengah tuntutan transformasi layanan kesehatan yang semakin berbasis data dan teknologi informasi.
“Penyusunan kurikulum D4 MIK Umsida diawali dari evaluasi kurikulum sebelumnya dan tracer study lulusan. Dari sana, kami memastikan kurikulum mengacu pada SKKNI, Kurikulum APTIRMIKI, serta Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses tersebut dilanjutkan dengan perumusan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), serta korelasinya dengan mata kuliah, bahan kajian dan peta kurikulum.
Keunggulan FIKES Umsida dalam Implementasi OBE
Dalam sesi pemaparan, Dekan FIKES Umsida Evi Rinata, SST MKeb, yang hadir secara daring, menjelaskan bahwa FIKES Umsida mengembangkan keunggulan program studi berdasarkan kekhasan masing-masing bidang dan kebutuhan dunia kerja.
“FIKES Umsida mengembangkan keunggulan setiap program studi sesuai kekhasan bidangnya, mulai dari Kebidanan, Fisioterapi, Teknologi Laboratorium Medis, hingga Manajemen Informasi Kesehatan. Seluruhnya dirancang berbasis OBE dan didukung sarana prasarana, sumber daya manusia, serta suasana akademik yang kondusif,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa implementasi OBE di FIKES tidak hanya berhenti pada dokumen kurikulum, tetapi juga diterapkan dalam proses pembelajaran, praktikum, praktik klinik, hingga evaluasi capaian pembelajaran mahasiswa.
Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif dan siap bersaing di dunia kerja.
Baca Selengkapnya: MIK Umsida Hadirkan Solusi Cerdas Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting
Sinergi Antarinstitusi Dorong Mutu Pendidikan Berkelanjutan

Melalui kegiatan benchmarking dan penandatanganan MoU–MoA ini, FIKES Umsida dan Politeknik Indonusa Surakarta sepakat memperkuat sinergi akademik sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan kesehatan.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada pengembangan kurikulum, tetapi juga pada peningkatan kualitas lulusan, penguatan riset terapan, serta kontribusi nyata bagi pengembangan sistem kesehatan di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarinstitusi pendidikan tinggi merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan kesehatan di era digital saat ini.
Penulis: Elfira Armilia

















