Kualitas SDM dan Beban Kerja Jadi Kunci Layanan Rumah Sakit, Menurut Riset Umsida

mik.umsida.ac.id – Pelayanan rumah sakit sering kali dinilai dari kecepatan dan ketepatan penanganan pasien. Namun, di balik sistem yang tampak berjalan tersebut, terdapat tantangan besar yang jarang terlihat, yakni kualitas sumber daya manusia (SDM) dan beban kerja tenaga kesehatan yang tidak seimbang.

Riset mahasiswa dan dosen Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengungkap bahwa faktor SDM menjadi salah satu penentu utama dalam kelancaran sistem pelayanan rumah sakit, khususnya dalam pengelolaan administrasi dan klaim pasien .

Kualitas SDM Menjadi Fondasi Pelayanan Rumah Sakit

sumber pexels medis

Dalam sistem pelayanan kesehatan modern, tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis, tetapi juga kompetensi administratif, terutama dalam pengelolaan rekam medis dan proses pengkodean penyakit.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan tenaga kesehatan, khususnya coder, sangat berpengaruh terhadap kualitas kerja.

Lihat Juga: Ingin Tahu Efisiensi Kinerja Rumah Sakit ? Yuk Baca Buku Karya Dosen Umsida Ini

Di lapangan, ditemukan bahwa tenaga coder tidak selalu berasal dari bidang rekam medis yang spesifik, melainkan dari latar belakang lain seperti keperawatan.

“Pendidikan yang lebih spesifik dalam rekam medis menjadi kunci untuk meningkatkan kompetensi dalam proses pengkodean,” dijelaskan dalam hasil penelitian.

Ketidaksesuaian latar belakang pendidikan ini dapat memengaruhi ketepatan dalam proses pengkodean diagnosis dan tindakan medis. Padahal, akurasi kode sangat menentukan kelancaran proses klaim dan pembiayaan layanan kesehatan.

Selain itu, tingkat pengetahuan tenaga kesehatan juga menjadi faktor penting. Pengetahuan yang baik akan membantu tenaga medis dalam menjalankan tugas secara tepat dan sesuai standar yang berlaku.

Beban Kerja Tinggi Berdampak pada Kualitas Layanan

Selain kualitas SDM, penelitian juga menyoroti tingginya beban kerja tenaga kesehatan sebagai faktor krusial yang memengaruhi pelayanan rumah sakit.

Dalam kasus yang diteliti, satu tenaga coder harus menjalankan berbagai peran sekaligus, mulai dari pengkodean hingga tugas lain di bidang pelayanan kesehatan.

Cek Lainnya: Di Balik Layanan Rumah Sakit, Rekam Medis dan Coding Jadi Penentu Utama

Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja dan beban pekerjaan yang harus ditangani. Akibatnya, potensi kesalahan dalam proses kerja menjadi lebih besar, termasuk dalam pengolahan data pasien dan pengkodean diagnosis.

“Beban kerja yang tinggi dapat memengaruhi tingkat akurasi dan efektivitas kerja tenaga kesehatan,” sebagaimana dijelaskan dalam penelitian tersebut.

Hal ini diperkuat dengan temuan bahwa beban kerja yang berlebihan dapat menurunkan kualitas hasil kerja, terutama dalam proses yang membutuhkan ketelitian tinggi seperti pengkodean medis.

Tidak hanya itu, keterbatasan tenaga juga membuat proses kerja menjadi tidak optimal, sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan dalam pelayanan administrasi maupun klinis.

Kurangnya Pelatihan dan Komunikasi yang Efektif
Sumber: Pexels

Penelitian ini juga mengungkap bahwa kurangnya pelatihan menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi SDM di rumah sakit. Tenaga kesehatan, khususnya coder, belum mendapatkan pelatihan khusus terkait sistem klaim dan pengkodean medis.

“Belum pernah mengikuti pelatihan terkait klaim BPJS menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan,” ungkap hasil penelitian.

Padahal, pelatihan sangat penting untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman tenaga kesehatan terhadap sistem yang terus berkembang.

Baca Juga: MIK Umsida Siap Menjawab Tantangan Digitalisasi Layanan Kesehatan dengan Rekam Medis Elektronik

Selain itu, faktor komunikasi juga menjadi perhatian penting. Kurangnya koordinasi antara tenaga medis, seperti coder dan dokter penanggung jawab pelayanan, dapat menyebabkan ketidaksesuaian data dan memperlambat proses kerja.

Komunikasi yang tidak efektif tidak hanya berdampak pada administrasi, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas pelayanan secara keseluruhan.

Melalui temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM, penyesuaian beban kerja, serta penguatan pelatihan dan komunikasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan rumah sakit.

Dengan perbaikan di aspek tersebut, rumah sakit tidak hanya mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat dan akurat, tetapi juga menjaga keberlanjutan sistem kesehatan secara menyeluruh.

Sumber: Riset Mahasiswa MIK Umsida

Penulis: Elfira Armilia

Bertita Terkini

PKL D4 MIK Umsida Jadi Langkah Awal Mahasiswa Mengenal Dunia Kerja Rumah Sakit
February 9, 2026By
Penguatan Kompetensi Mahasiswa D4 MIK Umsida melalui Interprofessional Education (IPE)
February 1, 2026By
PORMIKI Tekankan Profesionalisme Lulusan MIK pada Sumpah Profesi FIKES Umsida
December 18, 2025By
komprehensif
PKL Komprehensif MIK Umsida Wujudkan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Tantangan Rekam Medis Elektronik
September 12, 2025By
pangan
MIK Umsida Hadirkan Solusi Cerdas Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting
September 10, 2025By
kompeten
100% Kompeten! Mahasiswa MIK Umsida Sukses Tembus UKOMNAS CBT dengan Persiapan Matang
September 4, 2025By
sensimik
SENSMIK 2025 Ungkap RME Jadi Kunci Visualisasi Data Lebih Cerdas dalam Revolusi Digital di Dunia Kesehatan
August 23, 2025By
MIK Umsida
MIK Umsida Siap Menjawab Tantangan Digitalisasi Layanan Kesehatan dengan Rekam Medis Elektronik
August 21, 2025By

Prestasi

Perjalanan Meiska Putri Yandri Raih Predikat Lulusan Terbaik MIK Umsida
January 25, 2026By
Lulusan Terbaik MIK Umsida, Maura Aulia Ismail Cerita Perjuangan dan Prosesnya
January 9, 2026By
Indah Diah Rahmawati Bagikan Perjalanan Menjadi Wisudawan Cumlaude MIK Umsida
November 23, 2025By
Laboran MIK Umsida Raih Best Presenter Lewat Inovasi Augmented Reality Terminologi Medis
October 30, 2025By
pangan
MIK Umsida Hadirkan Solusi Cerdas Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting
September 10, 2025By
Desain Interface
Syifa Suryaning Ati Raih Juara 1 Lomba Desain Interface Rekam Medis Elektronik Nasional
September 2, 2025By
dok istimewah mahasiswa
Inspirasi dari Lulusan Mahasiswa Inklusif: Kisah Perjuangan dan Motivasi Candra Nur Azizah di Prodi MIK FIKES
December 28, 2024By
jura 2 lomba video dalam acara HUT DPD PORMIKI Jawa Timur ke 28 Tahun
December 5, 2022By