Edukasi Gizi dan Makanan Tambahan Jadi Strategi Cegah Stunting di Desa Sukosari Mojokerto

Mik.umsida.ac.id – Masalah stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, kesehatan jangka panjang, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Upaya pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari edukasi masyarakat hingga intervensi gizi yang tepat.

Salah satu upaya nyata dilakukan melalui program edukasi dan pemberian makanan tambahan di Desa Sukosari, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Auliyaur Rabbani SKom MSc, dosen Manajemen Informasi Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida) bersama tim.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Stunting Masih Menjadi Tantangan Kesehatan Masyarakat

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama.

Anak dengan stunting memiliki tinggi badan lebih rendah dibandingkan standar usianya dan berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan serta perkembangan.

Lihat Juga: Playground Bukan Tempat Bayi 1 Bulan, Ini Peringatan Pakar Umsida

Data Survei Status Gizi Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi stunting nasional masih berada di atas target yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Di Provinsi Jawa Timur sendiri, angka stunting masih tergolong tinggi, termasuk di Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan data kesehatan daerah, Kecamatan Trawas menjadi salah satu wilayah yang memiliki kasus stunting cukup signifikan.

Di Desa Sukosari sendiri masih ditemukan beberapa balita yang mengalami stunting sehingga diperlukan upaya intervensi yang tepat melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi anak.

Menurut Auliyaur Rabbani dan tim dalam riset pengabdian masyarakat tersebut, rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pola makan sehat dan kebutuhan nutrisi anak menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting.

“Kurangnya informasi tentang gizi seimbang dan pola asuh yang tepat membuat sebagian orang tua belum sepenuhnya memahami pentingnya pemenuhan nutrisi bagi pertumbuhan anak,” tulis tim peneliti dalam laporan kegiatan tersebut.

Edukasi Gizi Jadi Langkah Awal Pencegahan
Sumber: Dokumentasi Abdimas

Untuk mengatasi masalah tersebut, program pengabdian masyarakat dilakukan dengan pendekatan edukatif kepada masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan ibu hamil, ibu yang memiliki balita, serta kader posyandu di Desa Sukosari.

Dalam kegiatan sosialisasi, tim memberikan penjelasan mengenai pengertian stunting, dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan anak, serta cara-cara pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat.

Cek Juga: Bahaya Kekurangan Protein Saat Hamil yang Bisa Menghambat Pertumbuhan Janin

Selain penyuluhan langsung, tim juga menggunakan media edukasi berupa poster dan brosur infografis mengenai stunting.

Media visual tersebut dirancang dengan tampilan menarik agar masyarakat lebih mudah memahami informasi yang disampaikan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada berbagai contoh makanan sehat dan bergizi yang dapat diberikan kepada anak maupun ibu hamil.

Edukasi ini penting karena pemenuhan nutrisi yang cukup merupakan faktor utama dalam mencegah terjadinya stunting.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah mengikuti sosialisasi, pengetahuan peserta mengenai stunting meningkat.

Para ibu menjadi lebih memahami tanda-tanda stunting serta pentingnya asupan gizi bagi pertumbuhan anak.

Pemberian Makanan Tambahan untuk Mendukung Nutrisi Anak
Sumber: Dokumentasi Abdimas

Selain edukasi, program ini juga dilengkapi dengan pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita. Makanan yang diberikan antara lain olahan sayuran dan susu kedelai yang mengandung nutrisi penting untuk pertumbuhan anak.

Pemberian makanan tambahan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus memberikan contoh kepada orang tua mengenai jenis makanan sehat yang mudah dibuat di rumah.

Baca Selengkapnya: MIK Umsida Hadirkan Solusi Cerdas Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting

Kegiatan juga dilanjutkan dengan pemantauan perkembangan bayi baru lahir dan balita bersama bidan desa.

Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan bahwa informasi yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan program pencegahan stunting. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Program edukasi dan pemberian makanan tambahan di Desa Sukosari menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam mencegah stunting.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai gizi dan kesehatan anak, diharapkan keluarga dapat mengambil peran aktif dalam menjaga tumbuh kembang anak secara optimal.

Upaya seperti ini menjadi bukti bahwa pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada intervensi medis, tetapi juga pada edukasi, kesadaran masyarakat, serta kerja sama berbagai pihak dalam menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan.

Sumber: Riset Auliyaur Rabbani SKom MSc.

Penulis: Elfira Armilia

Bertita Terkini

PKL D4 MIK Umsida Jadi Langkah Awal Mahasiswa Mengenal Dunia Kerja Rumah Sakit
February 9, 2026By
Penguatan Kompetensi Mahasiswa D4 MIK Umsida melalui Interprofessional Education (IPE)
February 1, 2026By
PORMIKI Tekankan Profesionalisme Lulusan MIK pada Sumpah Profesi FIKES Umsida
December 18, 2025By
komprehensif
PKL Komprehensif MIK Umsida Wujudkan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Tantangan Rekam Medis Elektronik
September 12, 2025By
pangan
MIK Umsida Hadirkan Solusi Cerdas Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting
September 10, 2025By
kompeten
100% Kompeten! Mahasiswa MIK Umsida Sukses Tembus UKOMNAS CBT dengan Persiapan Matang
September 4, 2025By
sensimik
SENSMIK 2025 Ungkap RME Jadi Kunci Visualisasi Data Lebih Cerdas dalam Revolusi Digital di Dunia Kesehatan
August 23, 2025By
MIK Umsida
MIK Umsida Siap Menjawab Tantangan Digitalisasi Layanan Kesehatan dengan Rekam Medis Elektronik
August 21, 2025By

Prestasi

Perjalanan Meiska Putri Yandri Raih Predikat Lulusan Terbaik MIK Umsida
January 25, 2026By
Lulusan Terbaik MIK Umsida, Maura Aulia Ismail Cerita Perjuangan dan Prosesnya
January 9, 2026By
Indah Diah Rahmawati Bagikan Perjalanan Menjadi Wisudawan Cumlaude MIK Umsida
November 23, 2025By
Laboran MIK Umsida Raih Best Presenter Lewat Inovasi Augmented Reality Terminologi Medis
October 30, 2025By
pangan
MIK Umsida Hadirkan Solusi Cerdas Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting
September 10, 2025By
Desain Interface
Syifa Suryaning Ati Raih Juara 1 Lomba Desain Interface Rekam Medis Elektronik Nasional
September 2, 2025By
dok istimewah mahasiswa
Inspirasi dari Lulusan Mahasiswa Inklusif: Kisah Perjuangan dan Motivasi Candra Nur Azizah di Prodi MIK FIKES
December 28, 2024By
jura 2 lomba video dalam acara HUT DPD PORMIKI Jawa Timur ke 28 Tahun
December 5, 2022By