mik.umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Program Studi D4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida).
Tim dosen dan laboran berhasil meraih Juara 1 tingkat nasional dalam ajang Indonesian Medical Record Lecturers Competition (IMRC) 2026 pada kategori media pembelajaran.
Tim tersebut dipimpin oleh Laili Rahmatul Ilmi AMd SKM MPH, dengan anggota Dr Umi Khoirun Nisak SKM MEpid, Alfinda Ayu Hadikasari STrRMIK MKes, serta Nova Mellania STrR MIK.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Duta Bangsa Surakarta dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
Keikutsertaan tim Umsida berawal dari informasi yang diperoleh melalui forum nasional antar program studi.
“Informasi lomba kami dapatkan dari grup ketua prodi D3 dan D4 MIK seluruh Indonesia. Karena tahun sebelumnya kami meraih juara 2, kami termotivasi untuk ikut kembali dan meningkatkan prestasi,” ujar kaprodi MIK.
Rangkaian kompetisi berlangsung sejak Februari hingga April 2026, dengan pengumuman pemenang dilaksanakan pada 11 April 2026 dalam Seminar Internasional Isohim 2026.
Lihat Juga: OSCE MIK Umsida 2026, Uji Keterampilan Mahasiswa dalam Simulasi Dunia Kerja
Inovasi Media Pembelajaran Interaktif Jadi Kunci Kemenangan

Dalam kompetisi tersebut, tim Umsida menghadirkan inovasi media pembelajaran berbasis interaktif yang menggabungkan teknologi digital dengan kebutuhan pembelajaran praktikum mahasiswa.
Media yang dikembangkan berupa atlas anatomi digital yang dipadukan dengan flashcard terminologi medis. Kombinasi ini membuat proses belajar menjadi lebih visual, menarik, serta mudah dipahami oleh mahasiswa.
“Media yang kami kembangkan berupa atlas anatomy digital dan flashcard terminologi medis, sehingga mahasiswa dapat belajar secara lebih interaktif dan mudah dipahami,” jelas ketua tim.
Inovasi ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung proses pembelajaran di kelas, tetapi juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan secara lebih luas.
“Media ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun masyarakat sebagai sarana belajar anatomi, khususnya untuk mendukung mata kuliah kodifikasi klinis,” tambahnya.
Pendekatan ini menjadi nilai lebih karena tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memberikan dampak edukatif bagi masyarakat.
Kolaborasi Tim dan Tantangan Menuju Juara

Keberhasilan meraih juara tidak lepas dari kerja sama tim yang solid. Setiap anggota memiliki peran penting, mulai dari perancangan konsep hingga produksi media pembelajaran.
Namun, perjalanan menuju kemenangan tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah proses produksi dan pengeditan video yang harus memenuhi standar lomba.
“Tantangan terbesar adalah proses editing video, karena harus menggabungkan beberapa media pembelajaran dalam durasi maksimal 10 menit dengan ukuran file terbatas,” ungkap tim.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim mengandalkan komunikasi yang efektif serta koordinasi yang baik antar anggota.
“Kunci utamanya ada pada kerja sama tim, terutama saat proses editing video agar hasilnya maksimal,” tambahnya.
Momen paling berkesan dirasakan saat pengumuman juara, di mana tim Umsida berhasil unggul dari 23 peserta lainnya.
“Yang pasti sangat senang, tidak menyangka bisa menjadi juara dalam kompetisi ini,” ujar Alfinda.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi, kolaborasi, dan semangat belajar mampu membawa Umsida bersaing dan unggul di tingkat nasional.(Elfirarm)

















