mik.umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menunjukkan prestasi di tingkat nasional.
Tim yang terdiri dari Annisa Maulidiyah, Rifadatul Abida dan Lisa Hernitawati berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Videografi Nasional MEDIRECTION 2025 yang diselenggarakan oleh STIKES Muhammadiyah Bojonegoro.
Melalui karya video bertajuk Mental Health di Era Digital, ketiga mahasiswa tersebut berhasil menyampaikan pesan edukatif mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat.
Kompetisi ini dilaksanakan secara daring dengan beberapa tahapan seleksi.
Baca Juga: Lulus dengan Predikat Cumlaude: Rahasia Kesuksesan Mahasiswa MIK Umsida
Setelah melalui proses pendaftaran dan penyisihan, tim MIK Umsida berhasil melaju ke babak final yang mempertemukan peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil membanggakan pun diraih saat pengumuman pemenang pada November 2025.
Angkat Isu Kesehatan Mental yang Dekat dengan Kehidupan Generasi Muda

Pemilihan tema kesehatan mental bukan tanpa alasan. Tim berangkat dari fenomena yang banyak dialami remaja dan mahasiswa saat ini, yakni meningkatnya tekanan psikologis akibat penggunaan media digital yang intensif.
Annisa Maulidiyah menjelaskan bahwa sebelum memulai produksi video, tim terlebih dahulu melakukan berbagai riset untuk memahami kondisi kesehatan mental generasi muda saat ini.
“Kami mempelajari berbagai artikel, jurnal, dan tren media sosial untuk melihat bagaimana dunia digital memengaruhi kesehatan mental remaja dan mahasiswa. Dari situ kami menyusun konsep yang menekankan pentingnya self-awareness dan penggunaan media sosial secara bijak,” ujarnya.
Setelah proses riset selesai, tim mulai menyusun alur cerita, menentukan konsep visual, menyiapkan narasi, hingga melakukan proses pengambilan gambar. Seluruh tahapan dilakukan secara kolaboratif agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penonton.
Melalui video tersebut, mereka berupaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi mental diri sendiri maupun orang di sekitarnya.
Lihat Selengkapnya: Laboran MIK Umsida Raih Best Presenter Lewat Inovasi Augmented Reality Terminologi Medis
Editing Jadi Tantangan Sekaligus Pengalaman Berharga
Dalam proses produksi, tahap penyuntingan video menjadi bagian yang paling menantang sekaligus menarik bagi tim. Pada tahap inilah seluruh ide, visual, dan pesan disatukan menjadi sebuah karya yang utuh.
“Proses editing menjadi bagian yang paling seru karena di sana cerita mulai terbentuk. Namun, tahap ini juga membutuhkan ketelitian agar pesan yang ingin disampaikan benar-benar sampai kepada penonton,” jelas Annisa.
Mengikuti kompetisi videografi tingkat nasional memberikan pengalaman baru bagi ketiga mahasiswa tersebut. Mereka tidak hanya belajar tentang teknik produksi video, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan kesehatan melalui media kreatif yang menarik.
Momen paling berkesan terjadi saat pengumuman pemenang. Tim mengaku tidak menyangka dapat masuk tiga besar di tengah persaingan yang cukup ketat.
“Kami sangat bersyukur dan bangga ketika nama tim disebut sebagai pemenang. Rasanya campur aduk antara senang, terharu, dan tidak percaya,” ungkapnya.
Melalui karya Mental Health di Era Digital, tim berharap masyarakat semakin memahami bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Mereka juga mengajak generasi muda untuk lebih bijak menggunakan gadget, berani beristirahat dari tekanan digital, dan tidak ragu mencari bantuan profesional ketika menghadapi masalah kesehatan mental.
Penulis: Elfira Armilia

















