mik.umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida).
Rafi Bagus Pradenta, mahasiswa semester 1 Program Studi D4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK), berhasil meraih Juara 1 pada Kejuaraan Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3, sebuah kompetisi yang mempertemukan atlet-atlet taekwondo dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Rafi yang masih berada pada tahun pertama perkuliahan. Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Umsida mampu mengembangkan potensi diri tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga olahraga prestasi.
Bagi Rafi, kejuaraan tersebut menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan teknik, strategi bertanding, sekaligus mental sebagai seorang atlet muda yang ingin terus berkembang.
Baca Juga: Perjuangan Hingga Final, Mahasiswa TLM Umsida Raih Juara 2 Batu Karate Challenge
Latihan Intensif dan Mental Kuat Jadi Modal Utama

Sebelum mengikuti kejuaraan, Rafi menjalani program latihan secara konsisten selama kurang lebih dua hingga tiga bulan. Berbagai aspek dipersiapkan secara matang, mulai dari peningkatan kondisi fisik, penguasaan teknik, hingga strategi pertandingan.
Namun menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik. Kesiapan mental dan niat yang kuat juga menjadi faktor penting saat menghadapi lawan di arena pertandingan.
“Selain latihan fisik dan teknik, saya berusaha memperbaiki niat, menjaga kedisiplinan, serta selalu berdoa dan bertawakal kepada Allah. Saya percaya usaha yang maksimal harus dibarengi dengan keyakinan dan rasa syukur,” ujarnya.
Lihat Selengkapnya: Lulusan Terbaik MIK Umsida, Maura Aulia Ismail Cerita Perjuangan dan Prosesnya
Prinsip tersebut membuat Rafi lebih fokus menjalani setiap tahapan latihan tanpa terlalu memikirkan hasil akhir. Baginya, proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh merupakan kemenangan tersendiri.
Tidak Menyangka Jadi Juara, Dukungan Jadi Penyemangat

Saat kompetisi berlangsung, Rafi mengaku tidak pernah membayangkan akan berdiri di podium tertinggi. Ia datang dengan tekad untuk memberikan performa terbaik dan menerapkan seluruh hasil latihan yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan.
“Saya hanya ingin bertanding sebaik mungkin. Menang atau kalah sudah saya siapkan, yang terpenting saya bisa memberikan usaha terbaik,” ungkapnya.
Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah rasa gugup menjelang pertandingan. Namun perasaan tersebut perlahan berubah menjadi motivasi setelah ia mengingat perjuangan panjang yang telah dijalani selama masa persiapan.
Rafi juga menyampaikan bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama orang tua, pelatih, teman-teman, dan lingkungan kampus yang selalu memberikan semangat.
Ke depan, ia berencana mengikuti berbagai kompetisi lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus membawa nama baik Umsida di tingkat yang lebih tinggi.
Melalui prestasi ini, Rafi berpesan kepada mahasiswa Umsida agar tidak ragu mencoba berbagai peluang yang ada.
“Jangan takut memulai. Prestasi tidak datang begitu saja, tetapi lahir dari keberanian untuk mencoba, berlatih, dan terus berproses. Selama kita mau berusaha, selalu ada kesempatan untuk berkembang,” pesannya.
Prestasi yang diraih Rafi menjadi inspirasi bahwa masa kuliah bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga waktu yang tepat untuk mengasah potensi dan meraih pencapaian yang membanggakan.(Elfirarm)

















