Riset Dosen MIK Umsida: Infrastruktur yang Kuat Dukung Keberhasilan RME

mik.umsida.ac.id – Rekam Medis Elektronik (RME) semakin banyak diterapkan di berbagai rumah sakit sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan digital.

Sistem ini menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari mempercepat akses informasi pasien hingga meningkatkan efisiensi pelayanan.

Namun, keberhasilan implementasinya tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan aplikasi yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur dan jaringan pendukung.

Riset dosen Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), melalui kajian mengenai keberhasilan implementasi Rekam Medis Elektronik dalam meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Kualitas SDM dan Beban Kerja Jadi Kunci Layanan Rumah Sakit, Menurut Riset Umsida

Infrastruktur Menjadi Pondasi Sistem Rekam Medis Elektronik
Sumber: Pexels

Digitalisasi pelayanan kesehatan membutuhkan dukungan perangkat yang memadai. Komputer, server, jaringan internet, hingga perangkat lunak harus bekerja secara terintegrasi agar proses pelayanan tidak mengalami hambatan.

Menurut riset salah satu tantangan terbesar dalam implementasi RME adalah keterbatasan sumber daya dan infrastruktur, seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), serta jaringan yang belum memadai.

Kondisi tersebut dapat menghambat rumah sakit dalam mengadopsi dan menjalankan sistem rekam medis elektronik secara efektif.

Ketika sistem mengalami gangguan atau koneksi internet tidak stabil, tenaga kesehatan akan kesulitan mengakses data pasien.

Akibatnya, proses pelayanan dapat menjadi lebih lambat dan berpotensi mengganggu kelancaran penanganan pasien.

Karena itu, pembangunan infrastruktur digital tidak boleh dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai fondasi utama dalam transformasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi.

Jaringan yang Stabil Membuat Pelayanan Lebih Cepat

Kecepatan akses data menjadi salah satu keunggulan Rekam Medis Elektronik.

Namun, manfaat tersebut hanya dapat dirasakan apabila didukung jaringan yang stabil dan sistem yang saling terhubung.

Riset tersebut mengungkap bahwa interoperabilitas atau kemampuan sistem untuk saling bertukar informasi masih menjadi tantangan dalam implementasi RME.

Perbedaan format data dan sistem yang belum terintegrasi dapat menghambat pertukaran informasi antarunit maupun antar fasilitas pelayanan kesehatan.

Cek Juga: Masalah Klaim BPJS Bisa Ganggu Layanan Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Padahal, akses informasi yang cepat sangat dibutuhkan agar dokter, perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya dapat mengambil keputusan secara tepat tanpa harus menunggu proses administrasi yang berlarut-larut.

Dengan jaringan yang baik, data pasien dapat diakses secara real time sehingga koordinasi antarprofesi kesehatan menjadi lebih efektif dan pelayanan kepada pasien pun berlangsung lebih cepat.

Teknologi Perlu Didukung SDM dan Keamanan Data

Selain infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan implementasi Rekam Medis Elektronik. Teknologi yang canggih tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tenaga kesehatan belum memahami cara menggunakannya.

Disebutkan bahwa kurangnya pelatihan, proses adaptasi terhadap sistem baru, serta resistensi terhadap perubahan masih menjadi kendala dalam penerapan RME.

Di sisi lain, keamanan data pasien juga harus menjadi perhatian utama melalui penerapan prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi.

Keberhasilan Rekam Medis Elektronik bukan hanya ditentukan oleh aplikasi yang modern, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur, jaringan, keamanan data, dan sumber daya manusia.

Jika seluruh aspek tersebut berjalan selaras, digitalisasi layanan kesehatan akan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan berkualitas bagi masyarakat.(Elfirarm)

Sumber: Riset Suci Ariani SKom MSc.

Bertita Terkini

PKL D4 MIK Umsida Jadi Langkah Awal Mahasiswa Mengenal Dunia Kerja Rumah Sakit
February 9, 2026By
Penguatan Kompetensi Mahasiswa D4 MIK Umsida melalui Interprofessional Education (IPE)
February 1, 2026By
PORMIKI Tekankan Profesionalisme Lulusan MIK pada Sumpah Profesi FIKES Umsida
December 18, 2025By
komprehensif
PKL Komprehensif MIK Umsida Wujudkan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Tantangan Rekam Medis Elektronik
September 12, 2025By
pangan
MIK Umsida Hadirkan Solusi Cerdas Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting
September 10, 2025By
kompeten
100% Kompeten! Mahasiswa MIK Umsida Sukses Tembus UKOMNAS CBT dengan Persiapan Matang
September 4, 2025By
sensimik
SENSMIK 2025 Ungkap RME Jadi Kunci Visualisasi Data Lebih Cerdas dalam Revolusi Digital di Dunia Kesehatan
August 23, 2025By
MIK Umsida
MIK Umsida Siap Menjawab Tantangan Digitalisasi Layanan Kesehatan dengan Rekam Medis Elektronik
August 21, 2025By

Prestasi

Lewat Poster Rekam Medis, Mahasiswa MIK Umsida Tunjukkan Prestasi di Tingkat Nasional
July 6, 2026By
Mahasiswa MIK Umsida Raih Juara 1 Hardikes National Competition 2026
June 29, 2026By
Syifa’ Mahasiswa MIK Umsida Sabet Predikat Terbaik Pemberdayaan Masyarakat di PILMAPRES PTMA
May 4, 2026By
Inovasi Digital Tim MIK Umsida Raih Juara 1 IMRC 2026
April 27, 2026By
Perjalanan Meiska Putri Yandri Raih Predikat Lulusan Terbaik MIK Umsida
January 25, 2026By
Mahasiswa MIK Umsida Raih Juara 1 Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3
January 18, 2026By
Lulusan Terbaik MIK Umsida, Maura Aulia Ismail Cerita Perjuangan dan Prosesnya
January 9, 2026By
Video Mental Health di Era Digital Antar Mahasiswa MIK Umsida Juara Nasional
December 11, 2025By