mik.umsida.ac.id – Rekam medis sering dianggap hanya sebagai dokumen administrasi rumah sakit. Padahal, keberadaan rekam medis yang lengkap memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien.
Ketidaklengkapan data medis tidak hanya menyulitkan tenaga kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi proses pengobatan hingga evaluasi pelayanan rumah sakit.
Riset dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida).
Penelitian tersebut menjelaskan bahwa mutu kelengkapan rekam medis merupakan indikator penting dalam pelayanan administrasi kesehatan, baik rekam medis manual maupun elektronik.
Baca Juga: Keren! Tim D4 MIK Umsida Sabet Juara 1 Nasional di IMRC 2026
Rekam Medis Lengkap Membantu Pelayanan Lebih Tepat

Dalam dunia pelayanan kesehatan, rekam medis bukan sekadar arsip data pasien.
Di dalamnya terdapat informasi penting mulai dari identitas pasien, hasil pemeriksaan fisik, diagnosis, terapi, tindakan medis, hingga resume medis pasien .
Ketika data tersebut tidak lengkap, proses pelayanan bisa menjadi kurang optimal.
Dokter maupun tenaga kesehatan lainnya dapat mengalami kesulitan saat melanjutkan pemeriksaan atau menentukan tindakan medis berikutnya.
Selain itu, rekam medis juga menjadi bagian penting dalam monitoring mutu pelayanan rumah sakit.
Data yang lengkap memudahkan proses evaluasi, audit pelayanan, hingga penyusunan laporan kesehatan.
Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa petugas rekam medis di rumah sakit masih melakukan pengecekan kelengkapan secara manual sehingga berdampak pada beban kerja dan lambatnya pengolahan data .
Cek Juga: Peran Aplikasi Web dalam Monitoring Pelayanan Kesehatan
Digitalisasi Jadi Solusi Pengelolaan Rekam Medis
Perkembangan teknologi kesehatan mendorong rumah sakit mulai beralih ke sistem rekam medis elektronik. Pemerintah Indonesia bahkan telah mewajibkan fasilitas kesehatan mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) sejak tahun 2024 .
Melalui riset ini, merancang aplikasi berbasis mobile yang dapat membantu petugas dalam memonitor kualitas dan kelengkapan rekam medis secara lebih praktis.
Aplikasi tersebut dirancang agar dapat diakses melalui smartphone sehingga memudahkan pengguna melakukan evaluasi data kapan saja tanpa harus bergantung pada komputer kantor .
Tidak hanya itu, aplikasi juga dilengkapi fitur evaluasi kelengkapan rawat jalan dan rawat inap, ringkasan data pasien, hingga hasil monitoring kelengkapan rekam medis secara otomatis.
Mutu Rumah Sakit Tidak Lepas dari Kualitas Data
Riset ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh tenaga medis dan fasilitas kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh pengelolaan data yang baik.
Rekam medis yang lengkap membantu rumah sakit menjaga kesinambungan pelayanan pasien sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petugas kesehatan. Sebaliknya, data yang tidak lengkap dapat memperlambat pelayanan dan menyulitkan proses evaluasi mutu rumah sakit.(Elfirarm).
Sumber: Riset Mahasiswa MIK Umsida.

















