Riset Ungkap Peran K-Means Clustering dalam Analisis Pasien Diabetes

mik.umsida.ac.id –  Diabetes Mellitus masih menjadi salah satu penyakit kronis dengan angka kematian tinggi di Indonesia.

Namun di tengah meningkatnya kasus diabetes, teknologi berbasis data kini mulai dimanfaatkan untuk membantu membaca pola risiko pasien secara lebih akurat.

Salah satunya melalui penggunaan algoritma K-Means Clustering dengan bantuan aplikasi RapidMiner.

Riset ini dilakukan oleh dosen Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida).

Penelitian berjudul Penggunaan Algoritma K-Means Clustering Aplikasi Rapid Miner untuk Menganalisis Tingkat Kematian Pasien Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sina Gresik .

Data Rumah Sakit Tidak Lagi Sekadar Arsip
Sumber: Pexels

Selama ini, data rekam medis di rumah sakit sering hanya dianggap sebagai arsip administrasi pasien. Padahal, data tersebut menyimpan banyak informasi penting yang dapat membantu tenaga kesehatan memahami pola penyakit dan risiko kematian pasien.

Baca Juga: Peran Aplikasi Web dalam Monitoring Pelayanan Kesehatan

Riset ini memanfaatkan data rekam medis pasien Diabetes Mellitus di RSUD Ibnu Sina Gresik sebanyak 266 data pasien. Variabel yang dianalisis meliputi usia, lama rawat inap, dan status akhir pasien .

Melalui pendekatan data mining, data tersebut diolah menggunakan algoritma K-Means Clustering untuk menemukan pola tertentu yang sulit dianalisis secara manual.

Metode ini memungkinkan pasien dikelompokkan berdasarkan karakteristik yang mirip sehingga pola risiko lebih mudah terlihat.

RapidMiner Permudah Analisis Risiko Pasien

Penelitian ini menggunakan aplikasi RapidMiner sebagai alat bantu analisis data. RapidMiner dipilih karena mampu melakukan proses pengolahan data secara visual dan terstruktur tanpa pemrograman yang rumit .

Dalam prosesnya, data pasien terlebih dahulu melalui tahap preprocessing seperti pembersihan data, transformasi, hingga normalisasi agar hasil analisis menjadi lebih akurat.

Lihat Juga: Keunggulan Ekstrak Daun Kersen sebagai Antidiabetes Herbal yang Aman dan Efektif

Setelah itu, algoritma K-Means mulai mengelompokkan pasien ke dalam beberapa klaster berdasarkan karakteristik usia dan kondisi pasien.

Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga kelompok utama pasien, yakni usia 0–40 tahun, 41–55 tahun, dan 56–90 tahun . Menariknya, kelompok usia 56–90 tahun menjadi klaster dengan angka kematian tertinggi dibanding kelompok lainnya.

Temuan ini memperlihatkan bahwa usia menjadi faktor penting yang memengaruhi tingkat kematian pasien Diabetes Mellitus.

Teknologi Data Mining Mulai Dibutuhkan Dunia Kesehatan

Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi data mining tidak hanya digunakan di dunia bisnis atau industri digital, tetapi juga mulai memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan.

Dengan analisis berbasis data, rumah sakit dapat lebih cepat mengenali kelompok pasien yang memiliki risiko tinggi.

Informasi tersebut nantinya dapat membantu tenaga kesehatan menentukan prioritas penanganan, meningkatkan upaya pencegahan, hingga menyusun strategi pelayanan yang lebih tepat sasaran.

Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lama rawat inap ternyata tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kematian pasien diabetes . Hal ini membuktikan bahwa faktor usia jauh lebih berpengaruh dibanding durasi perawatan.

Melalui penelitian ini,  berharap pemanfaatan teknologi analisis data kesehatan dapat terus dikembangkan. Sebab di era digital saat ini, data bukan lagi sekadar kumpulan angka, tetapi sumber informasi penting yang dapat membantu menyelamatkan nyawa pasien.(Elfirarm)

Sumber: Riset Suci Ariani SKom MSc &Tim.

Bertita Terkini

PKL D4 MIK Umsida Jadi Langkah Awal Mahasiswa Mengenal Dunia Kerja Rumah Sakit
February 9, 2026By
Penguatan Kompetensi Mahasiswa D4 MIK Umsida melalui Interprofessional Education (IPE)
February 1, 2026By
PORMIKI Tekankan Profesionalisme Lulusan MIK pada Sumpah Profesi FIKES Umsida
December 18, 2025By
komprehensif
PKL Komprehensif MIK Umsida Wujudkan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Tantangan Rekam Medis Elektronik
September 12, 2025By
pangan
MIK Umsida Hadirkan Solusi Cerdas Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting
September 10, 2025By
kompeten
100% Kompeten! Mahasiswa MIK Umsida Sukses Tembus UKOMNAS CBT dengan Persiapan Matang
September 4, 2025By
sensimik
SENSMIK 2025 Ungkap RME Jadi Kunci Visualisasi Data Lebih Cerdas dalam Revolusi Digital di Dunia Kesehatan
August 23, 2025By
MIK Umsida
MIK Umsida Siap Menjawab Tantangan Digitalisasi Layanan Kesehatan dengan Rekam Medis Elektronik
August 21, 2025By

Prestasi

Inovasi Digital Tim MIK Umsida Raih Juara 1 IMRC 2026
April 27, 2026By
Perjalanan Meiska Putri Yandri Raih Predikat Lulusan Terbaik MIK Umsida
January 25, 2026By
Lulusan Terbaik MIK Umsida, Maura Aulia Ismail Cerita Perjuangan dan Prosesnya
January 9, 2026By
Indah Diah Rahmawati Bagikan Perjalanan Menjadi Wisudawan Cumlaude MIK Umsida
November 23, 2025By
Laboran MIK Umsida Raih Best Presenter Lewat Inovasi Augmented Reality Terminologi Medis
October 30, 2025By
pangan
MIK Umsida Hadirkan Solusi Cerdas Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting
September 10, 2025By
Desain Interface
Syifa Suryaning Ati Raih Juara 1 Lomba Desain Interface Rekam Medis Elektronik Nasional
September 2, 2025By
dok istimewah mahasiswa
Inspirasi dari Lulusan Mahasiswa Inklusif: Kisah Perjuangan dan Motivasi Candra Nur Azizah di Prodi MIK FIKES
December 28, 2024By